(Fanfic) DARK LIGHT Part 9

(Fanfic) DARK LIGHT Part 9
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 9)

Hari berlalu hingga malam, mobil yang Ryota dan YUME tumpangi telah istirahat di tempatnya. Ryota sedang ada dalam ruangannya. YUME nampak duduk sambil melihat bintang musim semi. Sudah 1 jam YUME menanti ibunya, namun belum juga keluar dari jam kerjanya. Hari ini banyak para pengunjung yang datang sehingga banyak yang harus dibersihkan, setelah sekian lama akhirnya Yoshitsume keluar juga.

“Tsuki maaf menunggu lama yaa…” kata wanita itu sambil membawa sebuah tas yang lusuh. Wajahnya nampak sangat lelah, YUME hanya membalas senyum. Meraih tangan wanita itu kemudian mereka pulang. Malam ini nampak lebih indah dari biasanya dengan taburan bintang musim semi. Bunga sakura nampak mekar dan berguguran ditiup oleh angin. Senyum kedua orang tua dan anak itu nampak menghiasi malam menjadi lebih indah.

“Mama kalau aku mendadak lupa ingatan apa yang akan Mama lakukan?” tanya YUME memecah keheningan malam itu. Cahaya tubuh YUME mengalahkan sinar lampu jalanan.
“Kenapa Tsuki mendadak menanyakan hal itu?” tanya ibunya nampak kebingungan.
“Aahhh tidak, Ma. Aku cuma prihatin dengan Raka tetangga baru kita yang di seberang jalan itu,” jawab YUME sambil terus menceritakan yang terjadi tadi siang.

“Mama mungkin akan sedih, dan kalau itu sampai terjadi Mama akan mengorbankan apa saja untuk kesembuhan Tsuki,” jawab ibunya meraih tangan YUME dan menggenggam erat.
“Tapi kalau itu membahayakan nyawa YUME bagaimana?” tanya anak itu.
“Tsuki harus tau, segala sesuatu itu ada resiko yang harus diambil.  Meski itu besar resikonya, tapi kalau tidak di coba kita tidak akan tau kan…” jawab ibunya sambil tersenyum yakin. Anak itu tertawa riang mendengar kata-kata ibunya.

Tersentak YUME ingat akan sesuatu.
“Peliharaan dan anting itu…” suara YUME pelan namun cukup jelas di dengar.
“Ada apa Tsuki??” tanya Yoshitsume.
“Aaahh tidak, Ma. Aku cuma lupa memberi makan peliharaan di rumah…” jawab YUME berbohong.
“Aduuuhhh Tsuki tuan yang tidak bertanggung jawab. Kalau mereka bisa bicara pasti mereka akan protes atau malah mengamuk,” kata ibunya.

YUME berpikir kalau mereka memang telah berontak. YUME hanya tersenyum garing karena yang dikatakan oleh Yoshitsume memang benar. Peliharaan yang protes. Akhirnya setelah panjang lebar percakapan itu mereka telah sampai di depan pintu.

:Kami pulang.!!!:
Serentak kedua manusia itu ketika membuka pintu rumah.
“Hey YUME apa kau dengar, kalau kau dengar aku boleh minta ganti air akuarium ini, sudah sangat keruh. Aku susah bernafas.” Suara yang sama dengan tadi siang. YUME tersentak sambil menatap ibunya. Namun ibunya nampak santai dan biasa.

:berarti mama tidak mendengar suara itu: pikir YUME.
“Ibu akan siapkan makan malam…” kata wanita itu.
“Aahh ngga usah, Mama. Aku masih kenyang dengan hidangan dari tetangga seberang. Aku akan mengganti air Micha-Michi dulu, Ma,” kata YUME menuju ruang tengah.
“Owh, kalau begitu Mama mau mandi dulu…” sahut Yoshitume dari dapur.

YUME menghampiri akuarium binatang itu.
“Oke.. Aku akan mengurus kalian lebih baik lagi. Tapi aku punya syarat untuk kalian semua,” kata YUME licik.
:APA?!!?: serentak binatang itu terkejut.
“Hey, anak kecil jangan seenaknya memutuskan yaa..” Futa protes.
“Ayolah… Syaratnya gampang ko’…” kata YUME.
:APA.??: serentak hewan-hewan itu kembali bertanya.
“Pertama, kalian harus mau jadi tempat aku bertukar fikiran dan membantu aku dalam memecahkan masalah,” kata YUME.
“Kedua, kalian sopan kepada aku,” lanjut YUME.
“Dan yang terakhir, kalian harus mau menjadi teman aku untuk selamanya,” kata YUME sambil tersenyum manis.

Para binatang itu mendadak mundur dan saling membicarakan seperti layaknya manusia yang sedang berdiskusi. Setelah cukup lama…
“Baik kami semua setuju tapi kami juga punya 2 syarat. Pemberian jatah makan di tambah dua kali lipat dan tiga kali dalam sehari, dan penggantian air akuarium ini setiap dua hari sekali,” sahut Futa sebagai juru bicara para binatang.
“SETUJU!” kata YUME semangat.
“Baik aku akan mengganti air akuarium kalian semua sekarang,” kata YUME dengan wajah yang senang.

Pengurasan dan pembersihan akuarium berjalan. Cukup menguras tenaga di malam yang sudah mulai larut. Setelah semua beres, YUME menaburkan makanan yang cukup banyak di kedua akuarium para hewan itu. YUME nampak kelelahan.

Sekarang sudah sangat malam, tugas pekerjaan dari sekolah tinggal sedikit lagi. YUME memutuskan untuk menyelesaikan tugas itu besok pagi.
“Baiklah sekarang saatnya tidur… Selamat tidur, teman-teman” sahut YUME senang mendapat teman baru.

(Anting itu dimana??! Kenapa tidak ada di depan akuarium itu?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s