(Fanfic) DARK LIGHT Part 10

(Fanfic) DARK LIGHT Part 10
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 10)

13 Maret 1995, (pagi menjelang)
“TEMAN jatah makan!!!” teriak mahluk aneh peliharaan YUME. Kemudian keluar seorang anak kecil hitam pekat dari dapur membawa sekantong makanan kura-kura dan ikan yang cukup banyak.
“Ayoo jangan sungkan ini jatah kalian hari ini…” kata YUME tersenyum.

YUME menuju sebuah meja dengan tumpukan buku-buku tugas sekolah anak itu. Hari ini anak itu bertekad akan menyelesaikan sisa tugas yang hampir semua diselesaikan. Cukup lama anak itu bergelut dengan tugas yang dikerjakan.
:Nyiiiittt: Suara yang menyakitkan kembali merasuk dalam otak YUME. Anak itu mendadak gelisah dan memandang ke setiap sudut ruangan. Hening mendadak.
“Heyy, apa kalian mendengar sesuatu?” kata YUME pada hewan-hewan dalam akuarium.
“Entah, aku mendengar namun cukup sayup karena di dalam air gemanya terganggu,” kata Micha.
“Oiya,,, apa kalian melihat di mana anting kemarin aku letakkan di sini?!?!” kata YUME sambil menunjuk ke arah akuarium.
“Kemarin kami melihat benda itu melayang, YUME. Seluruh ruangan menjadi merah. Dan pandangan kami menjadi merah. Lalu benda itu menghilang, YUME.” kata Hita.
“Aku pikir kemarin aku sudah di surga…” kata Futa jengkel.
“Apa gara-gara kejadian itu kalian bisa berkomunikasi dengan aku?” kata YUME.
“Ntah, YUME. Kami pun sebenarnya mempertanyakan hal itu.” kata Hita.
“Well, sekarang di mana benda gaib itu?!?!?” kata YUME.
“Aku rasa suara tadi menunjukkan di mana arah anting itu YUME,” kata Micha.
“Benar juga. Soalnya saat malam itu aku bertemu dengan anak kecil aneh itu. Suara itu yang membimbing.” YUME kebingungan.
“Coba kau berkonsentrasi lagi YUME, seperti saat mengerjakan tugas sekolah itu,” saran Hita.
“Baik aku coba,” jawab YUME.

Anak itu kembali duduk dan mengerjakan tugas. Cukup lama baru efek suara itu terdengar. YUME menahan sakit di telinganya. Hita,Mita, dan Futa masuk dalam tempurung mereka. Micha dan Michi masuk dalam sarang mereka.
:AAaAaAaaHhhHHKKkK:
YUME berteriak kesakitan. Suara itu akhirnya melemah dan menghilang. Semua peliharaan YUME keluar dari persembunyianya.
“Tadi itu apa?!?!” kata Michi sambil merintih. YUME masih terdiam menghela nafas panjang.
“Aku seperti mau MAMP#S…” kata YUME masih terengah-engah.
“Lalu apa yang kau dengar YUME???” kata mita.
“Hanya suara teriakan…” kata YUME sambil memegang kepalanya yang pusing.
“Tunggu itu suara Raka…” kata YUME lagi.
“Apa?!! Siapa??” kata Hita.
YUME menghiraukan kata peliharaannya dia langsung berlari keluar dan menuju rumah Raka tanpa berfikir apa yang sebenarnya terjadi.

:TOK! TOK! TOK!:
YUME mengetuk pintu rumah Raka. Tak lama keluar ibunya Raka, ibu muda yang sebenarnya lebih cocok menjadi sodara perempuan Raka.
“Aahhh YUME ada apa?” kata wanita itu sambil tersenyum.
“Eehh, Raka ada?” Kata YUME mendadak kebingungan.
“Aduuh maaf Raka sedang check up YUME, Memang kenapa???” tanya wanita itu kebingungan.
“Aahh tidak… Cuma mao mendengar permainan piano Raka saja, Kak…” kata YUME kehabisan alasan.

:BOD#HH.!!!: pikir YUME dalam hati.
“Waaahh sayang sekali yaa..” kata wanita itu.
“Ya sudah besok saja, Kak. Permisi…” kata YUME berlari meninggalkan rumah Raka. Ibu Raka menatap YUME dengan kebingungan sambil berbalik dan menutup pintu rumah.

“ADUUHHH BOD#HH!!! dasar YUME BeG#… Kenapa punya alasan seburuk itu?” kata YUME bergumam sambil berjalan menuju rumahnya sendiri. Baru saja keluar dari pintu pagar rumah Raka.
“Apa kamu mencari benda ini YUME???” seorang anak laki-laki berdiri di depan pagar dengan santainya, sambil memegang anting-anting itu.
“Ra..Raka..” YUME hanya sanggup mengatakan nama anak itu.
“Aku tidak tau kenapa saat aku sadar tadi malam aku sedang menggenggam anting aneh ini,” kata Raka sambil memperhatikan anting itu. YUME tak bersuara hanya terdiam karena dia lebih bingung daripada anak itu.
“Ini aku kembalikan…” kata Raka sambil mengarahkan tangan kepada YUME. YUME menyambut anting itu dengan kebingungan. Ketika tangan mereka saling bersentuhan…

:NYIIIIIIITTTTTT:
Namun kali ini suara itu nampak bisa di kendalikan. Suara aneh itu perlahan menimbulkan suara pelan dan membentuk suara yang cukup jelas. Mendadak muncul cahaya dari dalam genggaman kedua anak itu. Membuat tubuh YUME lebih bercahaya dari biasanya saat malam hari. Di sekitar mereka menjadi merah dan semua benda-benda di sekitar mereka seperti terserap cahaya dan menghilang. Dari salah satu sudut itu muncul cahaya putih lain yang sangat menyilaukan mata sosok cahaya itu membentuk sesuatu yang aneh, nampak bersayap dan berkaki dua.seperti malaikat atau semacamnya. YUME dan Raka hampir tidak bisa melihatnya.

“Siapa disana!?!?!?” teriak YUME.
“Kau yang akan menyelesaikan semua takdir ini. Atau kau akan mengorbankan semua orang untuk takdir ini, termasuk Yoshitsume yang malang.” Suara dari cahaya itu nampak membuat YUME tersentak.
“Siapa kau… Heyyy…” teriak YUME.

Cahaya itu berangsur-angsur menghilang di kumpulan cahaya merah anting itu. Cahaya merah pun perlahan menjadi seperti semula ketika mereka bertemu. YUME mengambil anting itu dan segera berlari menuju tempat ibunya bekerja. Raka kebingungan.
“YUME tunggu aku ikut..” kata Raka berlari mengejar YUME.
YUME tak menghiraukan anak itu, isi kepala YUME cuma Yoshitsume. Anak itu seperti dikejar setan.
(Mama… semoga kau baik-baik saja)

5 thoughts on “(Fanfic) DARK LIGHT Part 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s