(Fanfic) Please, don’t go Part 3

Please, Don’t Go part 3

 

Author                      : Maulisa a.ka Mayujita a.k.a Lee Jin ah a.k.a mayuki a.k.a Maulisa ‘putri’ Yui -chan

Main cast                  : Yoshioka Yui as Yui, Lee Jinki as Onew

Suporting cast          : Nickhun as Yui’s school friend, all Member 2pm as cameo, Member Shinee, and other cast you can find after read.

Length                      : Sequel (3/4)

Genre                       : Romance, Sad, Angst, Song-fic(maybe),

Rating                      : PG-13

A.N                          : Anyyeeoonngg!! Konnichiwaa!! Bertemu lagi dengan saya Author gaje, dengan FF yang tak kalah gajenya dari Author.. Gaje kan?! #Plakk *abaikan*.
Mudah mudahan kalian suka!! Ayoo yang suka copas sembarangan ga izin, pulang!! Hush hush!

Theme song              : Please, don’t go – SHINee, Goodbye days – YUI

 

“ Dengan begini kita sama-sama hangat kan?” kata Onew pada Yui. Yui hanya menundukkan kepalanya. Dia merasakan dadanya yang berdebar dan sesuatu di perutnya seperti jutaan kupu-kupu yang berterbangan.

***

“ Tumben dia belum tiba jam segini. Bukannya dia ada mata pelajaran jam 1 ini?” Gumam Yui. Dia sedang menunggu Onew di parkiran seperti biasanya. Siap untuk membawakan barang-barang namja itu. setengah Bulan menjalani pekerjaan sebagai Asistant Onew membuatnya menjadi terbiasa.

“ Yui Noonaaa!!” Yui menoleh ke arah suara yang memanggilnya. Dilihatnya Jonghyun sedang berjalan ke arahnya. Yui tersenyum.

“ Jjong! Konnichiwa!” sapa Yui. Jonghyun tersenyum.

“ Apa yang Noona lakukan disini?” Tanya Jonghyun.

“ Aku menunggu Hyung mu. Tumben jam segini dia belum muncul dengan mobilnya. Kau tahu dia kemana?” jelas Yui. Jonghyun menatap Yui.

“ Hyung? Onew Hyung? Dia tidak masuk hari ini, Dia demam” kata Jonghyun.

“ Demam? Kemarin dia baik-baik saja” gumam Yui. Jonghyun menatap Yui bingung, bukankah kemarin mereka libur?

“ Sekarang dia ada di Dorm atau di apartement?” Tanya Yui.

“ Sekarang dia sedang di Dorm. Memang kenapa Noona?” tanya Jonghyun. Yui segera pergi meninggalkan Jonghyun.

“ Aku mau kesana! Kau ada jam siang dan sore kan?? Aku titip sepedaku ya?! Jaa neee!!” teriak Yui dari kejauhan. Jonghyun terpaku menatap Yui yang sudah pergi.

Yui menunggu Bus di Halte dekat Seoul University. Tak lama kemudian Bus yang dia tunggu tiba. Segera saja dia naik dan duduk di bangku paling pojok. Dia sangat mencemaskan Onew. Bagaimana bisa Onew demam? Kemarin dia baik-baik saja. Bahkan sempat Bermain air bersama Yui. Dia teringat jaket Onew yang masih ada di apartementnya.

“ Jangan bilang karena dia memberikan jaketnya padaku. Dasar Laki-laki bodoh!” gumam Yui kesal dan merasa bersalah.

***

“ Sumimasen!! Permisi!!” seru Yui sambil menggedor-gedor Pintu Dorm Shinee.

“ Yaa… sebentar..” jawab suara lemah dari dalam dorm. Tak lama kemudian pintu dibuka dan Yui melihat Onew yang mengenakan jaket tebal muncul membukakan pintu.

“ Yui?? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Onew kaget. Yui segera masuk ke dalam Dorm tanpa menghiraukan pertanyaan Onew. Setelah ia membuka sepatunya dan meletakkan Case Gitarnya. Dia segera menarik tangan lemah Onew ke arah kamar.

“ Kau seharusnya istirahat saja! Jangan bangkit dari tempat tidur” kata Yui sambil menyelimuti Onew dengan selimut. Onew menatap Yui bingung.

“ Apa kau sudah minum obat?” tanya Yui lagi. Onew menggeleng. Yui mendengus pelan.

“ Memangnya kemana Minho, Key dan Taemin?” Tanya Yui sambil memegang dahi Onew yang panas.

“ Key sedang pergi membeli keperluan kami untuk sebulan depan, Minho sedang pergi ke Incheon menemui neneknya yang sakit, dan Taemin sedang sekolah” jawab Onew lemah. Yui keluar dari kamar Onew dan tak lama kemudian kembali dengan sebuah baskom berisi air es dan sebuah handuk kecil. Lalu dia meletakkan Handuk basah itu di dahi Onew.

“ Saat demam, kau harus istirahat yang banyak. Nah sekarang sebaiknya kau tidur. Aku akan membuatkan bubur hangat untukmu” kata Yui, lalu berjalan meninggalkan Onew menuju dapur. Sepeninggal Yui, Onew menyentuh handuk basah yang tadi di letakkan Yui di dahinya. Entah kenapa Rasa lemas yang tadi melandanya perlahan-lahan hilang.

“ Onew-san.. aku sudah membuatkan bubur untukmu. Sebaiknya kau makan dulu sebelum minum obat lalu setelah itu baru kau boleh tidur lagi” kata Yui sambil membantu Onew duduk satu jam kemudian. Onew hanya menuruti perkataan Yui. Yui menyendokkan bubur kepada Onew. Baru 2 sendok Onew sudah tidak mau memakannya lagi.

“ Onew-san.. orang sakit itu harus banyak makan dan istirahat. Sekali lagi ya?” bujuk Yui. Onew menggeleng seperti anak kecil yang tidak mau di paksa makan.

“ Ayolahh,… satu saja!” bujuk Yui lagi. Tapi Onew malah memalingkan wajahnya.

“ Kau Jadi seperti ibuku! Cerewet!” gerutu Onew. Yui menghela napas.

“ Baiklah.. tapi kau harus minum obatnya.. ini..” Yui memberikan obat demam dan membantu Onew minumnya.

“ Nah sekarang kau bisa istirahat. Aku akan menunggu Key pulang di ruang tamu” kata Yui sambil bangkit dari kursinya hendak pergi. Tapi tangannya di tahan Oleh Onew.

“ Tolong Temani aku” kata Onew sambil memejamkan matanya. Yui duduk kembali di kursinya dan menatap tangannya yang di genggam erat Oleh Onew. Rasanya dia tak mau melepaskan tangan besar Onew dari tangannya.

***

Onew mengerjapkan matanya yang masih terasa sedikit berat. Ia menatap langit-langit kamarnya. Dia menoleh kearah tempat Yui duduk. Tapi tak ada gadis itu disana.

“ Kau sudah bangun?” tanya Yui di depan pintu sambil membawa nampan. Ia berjalan mendekati Onew lalu meletakkan Nampan di meja samping tempat tidur. Yui memeriksa dahi Onew. Panasnya sudah turun.

“ Syukurlah, panasnya sudah turun. Sekarang sudah waktunya makan malam, tadi aku dan Key membuatkanmu bubur dengan ayam. Kali ini harus dihabiskan ya” kata Yui sambil tersenyum. Onew menatap Yui sambil tersenyum. Rasanya ia sudah lama tidak dapat perhatian seperti sekarang ini. Ia jadi teringat ibunya di Gwangmyeong.

“ Aku tidak napsu makan” kata Onew datar. Yui menghela napas.

“ Ayolahh.. kau harus makan. Apa aku perlu melakukan sesuatu agar kau mau makan?” tanya Yui. Onew tersenyum. Lalu ia menunjuk mulutnya dan bubur bergantian.

“ Ka.. kau minta kusuapi lagi?” tanya Yui. Onew mengangguk. Yui menatap Onew ragu.

“ Baiklah.. tapi kali ini harus di habiskan, wakarimasuka?” kata Yui. Onew tersenyum senang.

“ Hyung.. Hyung lihat itu. Aku tak pernah melihat Onew Hyung manja seperti itu pada siapapun. Bahkan pada kita” kata Taemin pada Key. Ternyata dia, Key dan Jonghyun sedang mengintip kedua orang itu dari pintu kamar. Key dan Jonghyun mengangguk-anggukan kepala.

“ Apa ini tandanya……” Key ragu melanjutkan kata-katanya.

“ Sepertinya Onew hyung mulai menyukai Yui Noona” kata Taemin polos.

“ Mungkin saja. Tapi… apa Noona juga menyukai Onew hyung ya? Kan kasihan Onew Hyung jarang-jarang dia bisa suka pada seorang gadis” kata Key.

“ Kurasa Yui Noona juga menyukai Onew hyung, walaupun mereka berdua belum sadar. Soalnya tadi di kampus saat aku bilang Onew hyung tidak masuk kelas karena demam ia buru-buru pergi ke sini. Wajahnya terlihat cemas sekali” jawab Jonghyun.

“ Kalau begitu bagus dong! Kita harus mendukung mereka berdua” kata Taemin.

“ Apa yang kalian lakukan disini?” tiba-tiba saja Yui sudah berada di dekat mereka. Ketiga namja itu kaget.

“ Tadi.. kami sedang meliha….mmmpphhhh…. mmpphhh” key Menutup mulut Taemin yang hampir saja membongkar kelakuan mereka.

“ Eh.. tidak.. tidak sedang apa-apa kok ya kan key?” kata Jonghyun mengelak.

“ Hehehe iya kami tidak sedang apa-apa kok noona. Sumpah” kata Key meyakinkan Yui. Yui menatap ketiga orang itu curiga. Tapi akhirnya Yui menyerah dan membawa nampan bekas makan Onew ke dapur. Setelah itu dia duduk di sofa ruang tamu Dorm Shinee.

“ Noona.. apa kau capek?” tanya Taemin sambil duduk di sebelah Yui, dia membawa buku PR- nya. Yui tersenyum.

“ Ya sedikit” kata Yui. “ Bolehkah aku bermain gitar disini? Kalian tidak terganggu kan?” tanya Yui pada Taemin, Key dan Jonghyun. Ketiga namja itu menggeleng. Yui terseyum senang. Segera dikeluarkannya gitar dari casenya. Ia mulai memetik gitarnya.

“ Lagu ini baru saja aku buat kemarin. Kalian mau dengar?” tanya Yui. Ketiga namja itu hanya mengangguk-angguk.

Tenohira de furueta

Sore ga chiisana yuuki ni natte ita n’ da

Emoji wa nigate datta

Dakedo kimi kara dattara wakuwaku shichau

Henji wa sugu ni shicha dame da tte

Dareka ni kitta koto aru kedo

Kakehiki nante dekinai no

… Suki na no yo ah ah ah ah

koi shichatta n’ da

Tabun kidzuite’nai deshou?

Hoshi no yoru negai komete che.r.ry

~Yubisaki de okuru kimi e no messe-ji

“ Aku baru menyelesaikan segitu” kata Yui setelah mengakhiri permainannya. Key, Taemin dan Jonghyun bertepuk tangan meriah.

“ Noona hebat! Lagunya keren! Sayangnya aku tak mengerti apa artinya. Hehe” kata Taemin polos. Yui tertawa.

“ Lagu ini bercerita tentang perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta” kata Yui. Key, Taemin dan Jonghyun saling pandang penuh arti mendengar penjelasan Yui.

***

“ Onew-san, mau kah kau membantu ku?” tanya Yui ketika Onew sedang duduk di sofa ruang tamu dorm Shinee. Hari ini mereka sedang tidak ada acara.

“ Hmm…” gumam Onew tak jelas. Ia sedang sibuk membaca bukunya. Yui menatapnya cemberut. Lalu melanjutkan..

“ Maukah kau mendengar kan lagu yang baru saja kubuat? Biasanya jika aku baru membuat lagu yang pertama mendengarnya Nickhun. Tapi mengingat aku terjebak disini bersamamu aku jadi tak bisa memintanya mendengarkan laguku” Oceh Yui panjang. Onew tak menghiraukan ocehan Yui. Melihat tak ada respon apapun dari Onew, Yui memanyunkan bibirnya kesal.

“ Onew-san!! Onegai! Aku butuh sebuah saran!! Ayolah bantu aku! Sekali saja! Kau kan temanku!” rengek Yui sambil menarik lengan baju Onew. Onew kesal dengan kelakuan Yui itu. dia melepaskan kacamatanya dan meletakkannya bersama bukunya di meja.

“ Kau ini!! Kau tidak lihat aku sedang membaca?! Aku paling tidak suka diganggu saat sedang membaca!” seru Onew kesal. “ Dan lagi.. Kau bukan temanku! Kau asistenku! Ara?” katanya Lagi. Yui cemberut mendengar perkataan Onew tapi ia juga merasa sedikit senang karena Onew mulai meresponnya.

“ Baiklah.. tapi kau bisa membatuku sebagai bos kan?? Ayolaahhh… Onegaii~!!” rengek Yui lagi. Onew mendengus kesal. Memang sejak beberapa kejadian tak terduga selama Yui menjadi asistennya, hubungannya dengan Yui sudah agak membaik. Mereka sering saling membantu mengerjakan tugas atau saling membantu dalam hal musik. Tapi tetap saja, ONEW TIDAK SUKA DI GANGGU SAAT SEDANG MEMBACA.

“ Aissshhh, aku jadi hilang mood membaca. Baiklah! Coba mainkan!” kata Onew akhirnya. Yui tersenyum senang dan segera mengeluarkan Gitarnya dari casenya. Ia mulai memetik gitarnya.

Dakara Ima.. ai ni yuku… sou kimetanda..
(That’s why now… I’m coming to meet you… That’s what I decided…)

Poketto no kono kyoku wo… kimi ni kikasetai…
(The song in my pocket… I want to let you listen to it…)

Sotto Boryu-mu wo agete… tashikamete mita yo…
(Raising the soft volume… To make sure it’s just right…)

Oh Goodbye days.. ima kawaru ki ga suru…
(Oh Goodbye days.. Now I know things are going to change..)

Kinou made ni… so Long…
(Until yesterday….so long…)

Kakko Yokunai.. Yashashisa ga soba ni iru kara...)
( Unstylishly but staying gently… by my side, that’s why..)

La la la la… Love with you...

Yui mengakhiri permainannya dengan sangat indah. Dia menatap Onew cemas, menunggu pendapat.

“ Bagaimana? Aku baru membuatnya setengah” tanya Yui. Onew mengerutkan keningnya. Bukannya ia tak mengerti bahasa jepang, tapi entah kenapa lagu ini agak berhubungan dengan lagu Please don’t go. (Onew : Authornya suka gaje! Apa hubungannya Goodbye days sama Please don’t go??!! Author : Suka-suka aku dong! Aku kan authornya! #Plak# *abaikan*)

“ Apa lagu ini ada hubugannya dengan Please don’t go? Entah kenapa rasanya lagu ini seperti lagu yang dinyanyikan oleh orang yang akan meninggalkan kekasihnya” kata Onew. Yui tersenyum penuh arti.

“ Memang! Aku membuatnya seakan-akan penyanyinya akan pergi meninggalkan sang kekasih. Dan kekasih yang ditinggalkan akan menyanyikan Please don’t go untuknya” kata Yui senang. Onew tertawa mendengar penjelasan Yui. Menurutnya penjelasan Yui agak aneh dan tak wajar.

“ Nani ga warau? (Why are you laughing?) ” tanya Yui.

“ Tidak.. tidak apa-apa.. menurutku lagunya sudah cukup sedih dan pembawaanmu juga bagus. Kuberikan  5 jempol untukmu… jika aku punya 5” kata Onew lagi masih sesekali tertawa. Yui tersenyum menatap Onew. Lalu ia memeluk Onew. Mata sipit Onew melebar.

“ Terimakasih sudah mau mendengar laguku.. Terimakasih” kata Yui sambil memeluk Onew erat. Onew merasa hangat dalam pelukkan Yui lalu dia membalasnya. Tak lama kemudian Onew melepaskan pelukannya perlahan,  dilihatnya Yui yang menatapnya penuh rasa terimakasih. Entah kenapa Onew merasa berdebar dan entah setan dari mana yang membisikinya untuk mendekatkan wajahnya pada Yui. Yui memejamkan matanya melihat Onew yang mendekatinya.

“ Eheemmm!!” Onew dan Yui menoleh kaget ke arah pintu masuk dorm. Dilihatnya Key dan Taemin yang berdiri disana sambil membawa banyak kantong plastik. Key menatap mereka sebal sedangkan tangannya kanannya menutup mata Taemin agar tidak melihat adegan itu. Onew menatap Key malu lalu Yui bergeser menjauhi Onew. Wajah mereka berdua sudah merah seperti tomat.

“ Memalukan. Baru saja ditinggal sebentar, kalian sudah melakukan hal yang seperti itu” gerutu Key kesal. Onew dan Yui hanya menunduk merasa bersalah.

“ Eomma, kau cemburu pada Onew appa ya?” tanya Taemin Polos. Key menjitak kepala ‘Baby’-nya. Kesal.

ToBeContinued….

 

RCL RCL!!🙂

Ayooo ayoo commentnya!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s