(Fanfic) DARK LIGHT Part 8

(Fanfic) DARK LIGHT Part 8
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 8)

Masih di hari yang sama.
YUME menghela nafas panjang setelah menderita batuk, seperti orang yang telah lama mengalami sakit TBC. Matanya menatap tajam pada Raka, benar-benar di luar dugaan. Sosok anak perempuan asing malam itu muncul kembali dalam wujud laki-laki. Meski mereka berbeda tapi ini seperti jiplakan anak itu atau sebaliknya.

“Hey, kau kenapa??” Kata Raka nampak aneh melihat tingkah YUME seperti itu.
“Ahh tidak, kenalkan namaku YUME…” sahut YUME.
“YUME..” ulang Raka sambil berusaha mengingat sesuatu.

:agghhhh:
Raka mendadak berteriak kesakitan sambil memegang kepalanya. Ibu raka yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa sate untuk Raka terkejut dan segera menghampiri Raka dan segera memegang tubuh Raka yang mau roboh. YUME dan Ryota kebingungan.
“Maaf.. Tunggu sebentar saya ingin membawa Raka ke kamar untuk istirahat,” kata wanita itu sambil mempapah Raka ke dalam sebuah kamar.

Dua orang yang menumpang makan itu masih kebingungan apa yang sedang terjadi dengan anak itu. Tak lama setelah itu seorang laki-laki yang YUME lihat tadi pagi keluar dari ruangan lain dengan wajah panik karena suara tadi menyusul wanita tadi ke dalam kamar. Ryota dan YUME hanya melongo layaknya orang bego.

Cukup lama akhirnya sepasang suami istri yang nampak masih sangat muda itu keluar dari kamar dengan wajah yang nampak sedih. Mereka berdua duduk di kursi bersama YUME dan Ryota.
“Maaf, anak kami itu memang sering seperti itu kalau ada sesuatu yang mengusik ingatannya,” kata wanita itu.
“Sejak dia kecil anak itu sering membayangkan hal aneh-aneh,” sambung laki-laki gagah itu.
“Bayangan apa, Paman?” kata YUME antusias dan penasaran.
“Hey,, jangan panggil aku paman, aku baru 25 tahun,” kata laki-laki itu sambil mengusap-usap kepalanya karena malu dipanggil paman.
“Oowh iya pama.. eh kakak…” kata YUME merasa aneh. Anaknya sudah seumuran atau mungkin sedikit lebih tua tapi kenapa harus memanggil orang ini dengan sebutan kakak?

“Anak itu sejak kecil sering menghayal melihat kejadian-kejadian aneh…” kata wanita istri kakak itu.
“Contohnya apa Tan… eh Kak.??” kata YUME makin aneh memanggil mereka.
“aahh kalau saya silahkan panggil apa saja yang kamu suka…” kata wanita itu.
“Raka anak kami semata wayang. Sejak kecil dia sering menghayal melihat gadis memakai pakaian hitam dan memiliki sayap berbentuk kelelawar…” sambung wanita itu.
“Bukan sayang, tapi sayap gagak..” kata laki-laki itu pada istrinya.
“Iya namun sering dia bilang kalau sosok wanita sayap kelelawar,” jawab istrinya.
“Iya, sosok wanita yang menyeramkan. Wajah Raka sampai memerah karena takut akan penglihatan itu,” sambung laki-laki itu.
“Kami awalnya berfikir kalau itu memang khayalan anak kecil, namun itu terjadi sekian lama hingga saat ini,” kata wanita itu lagi.

Mereka saling sambung-menyambung berkata memperkuat cerita menjadi lebih menarik didengar. YUME dan Ryota hanya bergeleng-geleng kepada siapa suara sedang berucap. Seperti sepasang monyet yang dipermainkan pawangnya. Hingga hari sore akhirnya YUME dan Ryota pamit pulang. Begitu banyak cerita yang mereka dengar seperti dongeng tentang sosok Raka. YUME masih berfikir akan sesuatu tentang mimpi yang dia alami begitu mirip dengan yang Raka alami serta kata-kata anak wanita yang mirip dengan Raka malam itu.

“Apa mungkin Raka yang anak itu maksud?” pikir YUME
“YUME ayo kamu mau pulang atau ikut paman sekalian menjemput ibumu di tempat kerja, soalnya paman mau ke sana..” kata Ryota memecah pikiran YUME.
“Kalau boleh aq mau banget paman…” kata YUME senang.
“Tapi tunggu sebentar,paman. YUME mau ambil jaket dulu,” kata YUME sambil berlari sebelum tubuhnya berubah.

Tak lama YUME dengan tubuh telah bersinar menghampiri Ryota, paman itu nampak merasakan sedikit perbedaan pada YUME, namun tak menyadarinya.
“Nah ayooo, nanti ibumu marah kalau sampai kita terlambat,” kata Ryota dari dalam mobilnya. Mobil yang cukup mewah dan antik. Mereka menuju ke rumah makan milik Ryota.

Sepanjang jalan otak YUME hanya memikirkan kata-kata pasangan muda itu. Raka sosok yang dimaksud oleh anak yang YUME temui malam itu, bagaimana cara untuk membuat Raka menjadi ingat lagi tanpa harus membuat tubuhnya makin lemah seperti itu.

“Paman, apa ada alat di dunia ini untuk membaca memori seseorang yang terlupa?” kata YUME.
“Hahaha, kamu ada-ada ajah YUME. Mana ada mesin yang bisa begitu? Tapi mungkin musik yang mengalun akan bisa teringat selalu oleh yang memainkannya,” kata Ryota seperti mengerti arah pembicaraan membahas Raka.
“Tapi kenapa hal serumit piano, anak itu bisa ingat, Paman?” kata YUME.
“Otak manusia itu ada otak sadar dan otak ngga sadar, YUME. Raka menggunakan otak sadar untuk memainkan piano dan otak ngga sadar untuk mengingat memori masa lalunya,” jelas Ryota
“Apa itu berbahaya paman?” tanya YUME.
“Mungkin, paman bukan ahlinya tapi kalau dilihat dari kejadian tadi, Mungkin sangat berbahaya bagi Raka kalau memaksakan ingatannya,” kata Ryota agak prihatin.
“Memang kenapa kamu begitu tertarik pada Raka???” tanya Ryota pada YUME.
“Aahh tidak Paman, aku hanya baru tau kalau ada penyakit seperti itu,” kata YUME mengakhiri percakapan.

Apa mungkin alunan musik bisa membuat informasi, pikir YUME. Tapi bagaimana caranya, pikir YUME. Apa ada cara lain untuk menggali info yang hilang bersama kelemahan itu? Apa harus ada korban nyawa untuk hanya sekedar menggali info yang sebenarnya penting atau tidak pun belum terlalu jelas? Ini benar-benar memusingkan, tapi ini harus di selesaikan sampai tuntas.

Spontan YUME berucap, “Aku harus bisa bermain musik mengalahkan Raka…”
Ryota menatap YUME sambil kebingungan.
“Kamu mau bermain musik apa?” kata Ryota.
“Ehhh, ga tau,” jawab YUME singkat dan bodoh.
“Paman punya gitar yang sudah lama tidak dipakai. Kalau YUME mau paman bisa berikan itu gratis. Asal sering-sering temenin paman makan bagaimana?” kata Ryota.
“Setuju..” jawab anak bengal itu. Kapan lagi bisa terlepas dari kare dan dapat alat musik untuk menggali alunan musik dari Raka. Kemungkinan kecil namun itulah cara yang tersisa. Agar semua jadi jelas.

(Permainan akan segera dimulai. Ini ngga mudah, tapi ini jalan terbaik. Binatang itu apakah akan banyak berguna atau hanya sebagai hiasan???)

One thought on “(Fanfic) DARK LIGHT Part 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s