(Fanfic) DARK LIGHT Part 6

(Fanfic) DARK LIGHT Part 6
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 6)
MAKANAN ANEH!!!

11 Maret 1995, (beberapa hari setelah hal gila malam itu)
Tugas rumah yang diberikan mahluk aneh mengerikan dan sering disebut sensei itu benar-benar membuat hari libur menjadi penjara rumah. Serasa ingin mati dengan tugas-tugas di luar kewajaran itu. YUME sering kelelahan karena terus begadang hanya untuk menyelesaikan tugas gila tersebut. Sekarang YUME baru mengerjakan sebagian kecil dari semua tugas-nya. Ketika sedang asik mengerjakan salah satu soal, pandangan YUME tidak sengaja tertuju pada anting yang anak misterius berikan malam itu padanya. Sekejap malam yang mengerikan untuk anak di bawah umur itu kembali terbayang. Membuat YUME merinding. Muncul kembali perkataan anak itu di pikiran YUME.
“Kalau suatu saat kau menemukan anak yang mirip denganku, kau akan menjadi sedikit lebih mengerti…” kata-kata yang masih sangat jelas di ingatan.

:plakk: YUME menampar-nampar wajahnya.
“Ayoo fokus YUME!!” katanya kembali sambil memperhatikan kembali soal itu.

:plukkk: anting itu jatuh dari meja dan menggelinding ke arah kaki dan tepat berhenti saat tertabrak kaki YUME. Sekejap YUME terkejut dan kemudian anak itu memungut dan memperhatikan dengan seksama benda itu. Ada sebuah bercak merah kecil di salah satu sudut anting itu. YUME mencoba membersihkan bercak itu. Namun ternyata itu bukan bercak melainkan sebuah batu.

“Astaga tugasku…” kata YUME lagi. YUME meletakkan anting itu di antara akuarium peliharaannya. Dan akhirnya YUME benar-benar mengerjakan tugas yang mungkin tidak ada habisnya. Saat YUME benar-benar serius batu di anting itu menyala. Peliharaan YUME mendadak bersembunyi di tempat masing-masing.

:kruyuuukkk: suara aneh datang dari perut YUME.
“Sudah siang rupanya. Saatnya makan…” kata anak itu dengan semangat.
YUME bangkit berdiri dan mengatakan, “Kare aku datang..” makanan harian keluarga ini.

YUME berlari ke dapur dan membuka lemari tempat makanan. Dengan lesu anak ini membuka pintu lemari. Namun tiba-tiba seperti cahaya muncul dari dalam lemari. Makanan bukan kare tapi 2 makanan spesial dan 1 kertas pesan bertuliskan, “Tsuki.. makanan ini khusus buat Tsuki yang udah berusaha keras, dihabiskan yaa.. Mama”

Makanan yang jarang, sangat jarang, atau mungkin baru pertama ini beda selain kare. Makanan itu adalah Yakitori (makanan khas jepang) dan 1 makanan yang nampak asing di mata YUME. Bentuknya mirip dengan Yakitori namun dengan saus dan daging yg agak kehitaman. Dan terdapat nasi dengan bentuk yang aneh. Nampak diberi sebuah pewarna hijau dan dicetak dengan mesin canggih. YUME terus melihat ke makanan itu. Yakitori kini telah habis, namun makanan itu masih utuh. YUME terus mengamati dengan seksama. Makanan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Memang YUME selama hidup hanya makan kare, namun di sekolah setiap anak selalu membawa bekal yang berbeda. Dan seingat YUME belum pernah ada yang membawa makanan aneh itu. Bentuk saus dari makanan itu seperti telah basi. YUME beranikan diri untuk mengambil sedikit makanan dan nasi aneh itu. YUME mencium makanan tersebut seperti kucing yang ingin makan. Dengan sejumlah keberanian. :hap: seperti cicak melahap nyamuk. YUME memasukkan makanan itu kedalam mulut.

:tek-tek-tek: suara detak jam terasa lebih nyaring. Di detik berikutnya.. “eEeeNaakkK…” wajahnya seperti anak yang baru pertama kali merasakan makanan enak. 3 jam berlalu akhirnya makanan aneh itu hanya tersisa saus yang masih melimpah. Muncul ide sinting, YUME menjulurkan lidah dan menjilati saus itu sampai piring menjadi putih bersih. Setelah kegilaan itu YUME berkata, “Dasar penjilat berkaki dua…” kata YUME sambil tersenyum.

:kriiing, kriiing: suara alarm jam berbunyi di sore itu. “Udah saatnya menjemput mama!” kata penjilat itu.
YUME meninggalkan dapur namun baru beberapa langkah, YUME berbalik dan melihat ada sedikit sisa saus di piring itu. Anak penjilat itu kembali ke meja dan menjilati sisa saus itu. Benar-benar penjilat yang berbakat. YUME segera mengambil jaket lusuh yang biasa dia kenakan setiap ingin keluar rumah di sore hari. YUME akhirnya pergi dan meninggalkan anting itu di rumah. Anting itu telah berubah menjadi merah menyala. Cahaya keluar dari anting itu perlahan dan makin cepat makin menyilaukan mata, ikan dan kura-kura YUME nampak kaku melihat kejadian itu. Seisi kamar menjadi merah dan pekat.

(Kita ke pemeran utama)
YUME nampak berjalan lebih cepat dari biasanya karena ingin menanyakan makanan aneh apa tadi, atau mungkin sedikit berharap akan dapat makanan itu lagi. Berjalan makin cepat dan akhirnya YUME berlari juga.
Biasanya YUME menemukan ibunya di sebuah taman dekat rumah makan tempat Yoshitsume bekerja sebagai pelayan. Namun sekarang YUME telah sampai dan mengintip dari jendela namun tidak ada seorang pelanggan pun yang memakan masakan yang YUME makan tadi siang.

YUME terus mengamati, “Kenapa masakan itu ngga ada yang makan yaaa.?!?!” gumam anak itu.
“Masakan apa nak?” tiba-tiba YUME dikejutkan seorang laki-laki gemuk dan membawa sebatang coklat. Wajah YUME mendadak berkeringat dingin.
“Paman menyeramkan…” kata YUME. YUME melihat orang itu bagaikan raja neraka.
“Owwhhh… Maafkan saya, saya tidak bermaksud untuk menakuti kamu nak..” kata orang itu tak sungkan untuk meminta maaf dan menunduk.
“Oiya, sebagai permohonan maaf apa kamu mau makan di dalam gratis aku yang traktir..” kata orang itu.
“ngga mao, kata mama ngga boleh mengikuti orang yang mencurigakan..” kata YUME dengan yakin.
“Aduuh maaf…” kata orang itu kembali menunduk.
“Agkkkk pak Ryota… Maafkan anak saya”

:TUNGGG: Kepalan tangan mantan atlit kendo mendarat di kepala YUME bersama suara itu. (Ryota artinya gemuk dalam bahasa Jepang)
Yoshitsume dengan cepat menunduk minta maaf kepada pemilik rumah makan itu.
“Ahh tidak apa-apa… Ayo ajak anakmu masuk ke dalam, aku sudah janji padanya ingin meneraktir dia makan..” kata Ryota.
“Aahh tidak usah, Pak. Ngga usah repot-repot..”

:TUNGG:
Suara yang sama dengan kepalan yang lebih menyakitkan. YUME hanya terdiam sambil memegang kepala yg terus kena sasaran.
“Ahhh ayo masuk, ngga apa-apa..” kata paman itu dengan ramah.
“Dasar anak bod#h!!!”
“Stop, Ma… Jangan digetok lagi..” suara YUME memotong kata-kata ibunya sambil terus memegang kepala dan menutup matanya.
“Siapa bilang mama mau getok Tsuki lagi…”

:TUNGG:
Kali ini memang tidak di getok tapi dipukul dengan sendal Yoshitsume. Ibu yang kejam.
“Ayo masuk, awas jangan bikin malu..” kata Yoshitsume lagi. Mereka pun masuk dan telah menanti Ryota dengan setumpuk makanan paling nikmat di rumah makan itu.
“Ayo nak, eh.. siapa namamu??” Kata Ryota.
“YUME Yoshitsume, Pak..” kata YUME singkat.
“Owh.. Ayo YUME jangan malu ayo ini semua boleh kamu habiskan…” kata Ryota lagi.

YUME mengamati semua makanan itu. Namun bukan semua makanan itu yang dia makan tadi siang. YUME nampak kecewa.
“Apa kamu tidak suka YUME dengan semua makanan ini..” kata Ryota.
“Makanannya enak tapi…” kata YUME.
“Tapi apa???” Sahut Ryota bingung.
“Tidak ada makanan yang tadi siang mama tinggal di lemari..” kata YUME pelan.

Ryota menatap bingung. Padahal makanan yang ada di meja sudah semua makanan yang ada di rumah makan itu.
“Maaf mbak, bisa panggilkan ibu YUME ke sini sebentar??” Kata Ryota pada seorang pelayan lain.
“Baik, Pak. Sebentar…” kata pelayan itu ramah. Ryota memang bos yang sangat baik dengan semua karyawan yang bekerja dengannya.

:tung:
“Maaf Pak, anak saya menyusahkan.” Nenek sihir datang, kali ini pukulan lebih dulu baru bicara.
“Aahh ngga, saya cuma ingin bertanya memang kamu masak apa tadi siang untuk YUME??” kata Ryota.
“Cuma memanaskan Yakitori sisa yang tidak laku kemarin malam dan makanan sa’e dari tetangga yang baru dari Indonesia…” kata ibu YUME. (maksutnya sate)
“Owh.. Apa masakan itu enak YUME.???” tanya Ryota penasaran.
“Iya, sangat enak, Paman…” kata YUME dengan semangat.
“Aku jadi penasaran dengan makanan itu. YUME besok temani paman ke rumah tetanggamu, kita minta buatkan sa’e untuk kita berdua, SETUJU?” kata paman gendut itu berjanji.
“SETUJU!!!” teriak YUME.

:tung,tung:
Kali ini dua pukulan. Tapi YUME tetap tersenyum akan makan makanan aneh dengan nasi warna hijau dan saus yg nampak aneh namun lezat.
“Nah.. Malam ini semua karyawan ayo, kita makan bersama di sini… kalau perlu tambahkan masakan lain yang masih tersisa, malam ini kita PESTAA.!!!!” Kata ryota.
“HOREEEE…” sambut YUME dengan gembira.
:TUNG: pukulan terakhir dari ibunya dengan wajah menyeramkan.

Sementara itu di rumah, peliharaan YUME nampak tidak seperti biasanya. Mata mereka semua nampak merah menyala seperti anting itu. Tatapan mereka menjadi sangat menyeramkan.
(Apa yang akan terjadi malam ini? Apa masih ada episode makan sa’e, maksudnya makanan aneh dari Indonesia itu.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s