(Fanfic) DARK LIGHT Part 5 -Edited Version-

(Fanfic) DARK LIGHT Part 5 -Edited Version-
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(part 5)
TERIMA KASIH!!!

Tak terasa mereka akhirnya berpisah di persimpangan jalan. 3 anak laki-laki dan 1 anak perempuan yang sebenarnya lebih sangar di antara mereka melambai tangan dari jauh. YUME membalas dengan semangat. Teman baru dan teman pertama selama seumur hidup.

“Nah ayo kita bergegas pulang, Tsuki pasti lapar…” kata ibunya.
“Pasti malam ini kare lagi…” keluh YUME.
:tunggg: kepalan seorang mantan juara kendo mendarat di kepala YUME.
“Dasar anak bod#h!!! Kalau begitu jatahmu malam ini Mama yang habiskan.” kata Yoshitsume sambil berlari meninggalkan anaknya.
“Mama jangan habiskan aku juga lapar…” teriak YUME mengejar ibunya.
“Kan Tsuki ngga mau, jadi mama kasih sama Micha dan Michi ajah…” kata Yoshitsume.
“Tapi ikan bisa mati kalau makan kare,Ma…” rengek YUME ketakutan jatahnya habis.
“Kalau gitu Hita, Futa, Mita ngga bakal mati kalau dikasih kare…” kata Yoshitsume lagi.
“Tapi mereka ngga boleh makan nasi ma kata dokter…” YUME mencari berbagai alasan.
“Kalau begitu kare saja ngga masalah..” kata Yoshitsume kembali menakut-nakuti anaknya.
“Tapi kura-kura ngga boleh makan kare mereka bisa kena cacar ma…” kata YUME makin ketakutan kehilangan jatah.
“Ah.. kata siapa???” Kata Yoshitsume makin memojokkan anaknya.
“Kata dokter hewan ma… Bener,Ma. Katanya kura-kura itu.. ..” belum selesai YUME bicara. Kecupan hangat seorang ibu mendarat di dahi YUME.
“Tsuki sayang… Mulai sekarang jangan menyia-nyiakan makanan lagi ya..” kata Yoshitsume sambil tersenyum. Seakan-akan ini terakhir nasihat seorang ibu yang ingin meninggalkan anaknya.

“Oiya, Ma. Hasil ujianku udah keluar…” kata YUME.
“Mana mama ingin liat…” kata ibunya.
“LOOH TAS AKU MANA?? Tadi perasaan aku masih memegang tas waktu mengambil jaket ku..” kata YUME tersadar akan sesuatu.
“Astaga aku lupa ma, waktu aku mengeluarkan jaket aku menaruhnya di pinggir jalan dan pingsan…” kata YUME.
“Mama pulang duluan aku akan mengambilnya sebelum di curi orang.” kata YUME meninggalkan ibunya.
“HATI-HATI!!!!” teriak ibunya.

YUME berlari sekuat tenaga menuju tempat dia meletakkan tas sekolahnya tadi. Dalam pikiran YUME hanya ingin segera memperlihatkan nilai ujian yang ia dapat hari ini. Sesampai di tempat tadi. Hanya sebuah kain hitam yang ada. YUME tidak memperdulikan benda aneh itu. Tapi perlahan kain itu bergerak dengan sendirinya.

:ngiiikkk: kembali suara yg menyakitkan kepala muncul.
“Ikuti benda itu…” suara itu menempel di kepala YUME. Suara itu terus berulang-ulang. Makin lama makin menyakitkan kepala. YUME mencoba mengikuti arah kain itu berjalan. Dan akhirnya kain itu sampai ke sebuah hutan lebat penuh dengan suara-suara aneh.
“Terus berjalan..” suara itu muncul lagi. YUME tak bisa menolak karena semakin dia menolak kepalanya seperti ingin pecah. YUME seperti layaknya tahanan budak yang tak berdaya.

“Akhirnya kau datang juga…” suara anak perempuan yang tadi YUME lihat di sekolah. Anak itu duduk di atas tumpukan orang-orang yang tadi siang melayaninya layak seorang putri. Sekarang mereka nampak tak berdaya seolah habis dikeroyok ribuan orang.

“Kamu siapa???” Tanya YUME keheranan, bingung dan takut.
“Aku pewaris ke 2 logam Caries, salah satu dari 12 keping pecahan logam Haeptus…” jawab anak itu makin membingungkan YUME.
“Apa maksudmu aku ngga ngerti…” kata YUME mengkerutkan dahi.
“Kau memang tidak tahu karena semua ini terjadi sebelum kau diciptakan oleh ibumu…” kata anak itu makin sulit dimengerti.
“Lalu apa yang kamu mau dari aku sekarang??” Kata YUME.
“Aku akan balas dendam…” kata anak itu.

Tanpa banyak bicara lagi dia menyerang YUME dengan sebilah pisau yang entah sejak kapan dia memegangnya.
: Aghhhhh: YUME berteriak keras. Kelelawar serentak panik berhamburan di dalam hutan. Seluruh kelelawar berterbangan menabrak apapun yang menghalang termasuk anak itu dan YUME. Mereka berdua merintih karena dicakar, digigit dan dipukul kepakan sayap kelelawar. Darah meleleh di leher YUME. Serentak kelelawar mengerubuti YUME makin banyak. Akhirnya seluruh tubuh YUME tertutup oleh kelelawar. Anak itu menatap dengan kebingungan. Akhirnya sedikit demi sedikit kelelawar itu pergi meninggalkan YUME.Akhirnya YUME tergeletak tak berdaya dengan semua gigitan di tubuhnya. Anak itu memandang YUME dengan waspada. YUME bangkit perlahan dengan tanpa suara. Anak itu spontan langsung menyerang YUME lagi dengan pisaunya. :syukkk: suara pisau merobek sesuatu, YUME tergeletak tidak berdaya. Darah segar keluar…

Tapi tubuh YUME mendadak mengecil. Mengecil, mengitam dan berubah menjadi seekor kelelawar mati. Anak itu spontan terkejut dan melihat ke sekitar. Di saat kebingungan itu :tesss: darah menetes di pundak anak itu. Saat anak itu menoleh ke atas. Seorang anak dengan sayap kelelawar nampak melayang di udara. Matanya hitam. Gigi taring agak memanjang. Kuku jari anak itu membentuk cakar. Dia seperti kelelawar… Bukan seperti manusia drakula. Anak itu terkejut dan berusaha menjauh dari YUME yang sekarang. Namun YUME menyerangnya dengan kuku tajam itu sambil melayang. YUME mencabik-cabik tubuh anak itu. Sampai akhirnya anak itu terkulai tidak berdaya. Dia berusaha bangkit. Seketika :dukkk: YUME menendangnya seperti kaleng minuman kosong. Anak itu sekarat.

:AGHHHhhhhH:
YUME berteriak mendadak, jauh lebih kencang dari yang pertama. Perlahan tubuhnya terjatuh. Sayap itu mengecil. Dan menghilang. Tubuh YUME kembali bercahaya. Matanya kembali seperti biasa. YUME melihat anak itu langsung menghampiri dan memangkunya.

“Aku akan membawamu ke rumah sakit..” kata YUME panik. Anak itu hanya tersenyum.
“Te..rima kasih.. Kau sudah men..cabut kutukan ku..” kata anak itu sekarat.
“Apa maksudmu..” kata YUME makin kebingungan.
“Ambil ini..” kata anak itu lagi sambil mencabut paksa sebuah anting yang dia pakai di sebelah kanan. YUME mengambil anting itu dengan seribu tanya.
“Suatu.. saat it..tu ak..an berguna…” kening anak itu muncul tanda yang sama seperti kakek-kakek di malam natal dulu.
Perlahan tubuhnya mulai musnah dan menjadi capung yang berterbangan dengan penuh cahaya indah. Seiring dengan musnahnya anak itu muncul suara yang khas di telinga YUME.
“Kalau suatu saat kau menemukan anak yang mirip denganku, kau akan menjadi sedikit lebih mengerti…” capung itu beriringan dan terbang tinggi.
“Aduh kenapa aku disini eh. Hey turun dari badan ku..” setumpuk laki-laki dewasa yang tadi pingsan terbangun dan kebingungan. YUME melihat tas sekolah kepunyaannya di punggung salah 1 laki-laki itu.
“Maaf pak itu tas ku..” kata YUME menunjuk.
“Ahhh sejak kapan tas ini di punggung ku” kata laki-laki itu kaget. Lalu dengan cepat dia melepaskan tas itu dan menyerahkan kepada YUME.
“Terima kasih pak..” kata YUME sopan sambil membungkuk.
“Maaf yaa aku tidak tau kenapa tas mu ada di punggung ku, tapi sumpah aku tidak mengambil apa-apa di dalamnya..” kata orang itu panik.

YUME hanya tersenyum. Dia meninggalkan setumpuk laki-laki yg kebingungan itu. Tersadar YUME akan sesuatu, kertas ujiannya. Buru-buru YUME membuka tas sekolah yang kotor karena tanah. Dia membongkar dengan penasaran. Akhirnya dia menemukan kertas lusuh dengan tanah di dalam tasnya. Saat dia melihat hasil ujian itu. Mukanya nampak pucat.
“GAWAT…” kata YUME. Ternyata hasil ujian YUME cuma mendapat nilai 50.
“Kalau begini tetap saja aku ngga akan dapat jatah makan malam…” keluh YUME.
“Padahal sudah bersusah payah untuk memperebutkan nasi kare dengan peliharaan ku..” kata YUME makin kecewa.

Malam ini YUME tidak dapat jatah makan malam karena nilai ujiannya kurang dari 51. Akhirnya YUME berjalan dengan lesu..(malam yang menyebalkan)

(Apa yang dimaksud anak itu, apa guna anting2 itu, dan apa hubungannya dengan 12 pecahan Haeptus?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s