(Fanfic) DARK LIGHT Part 4 -Edited Version-

(Fanfic) DARK LIGHT Part 4 -Edited Version-
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 4)

Jam pulang sekolah telah lama berlalu. Namun YUME dan beberapa orang masih sibuk dengan serbet dan sapu membersihkan sudut-sudut sekolah. Anak-anak ini nampak senang karena hari ini hari terakhir mereka mendapat siksa neraka untuk tahun ini. Senyum bahagia mereka nampak puas telah berhasil melewati 1 tahun hukuman tersebut.

“SELESAIII…!!!” teriak seorang anak laki-laki.
“Yaah benar, akhirnya kita bisa tidur nyenyak di malam ini. Tahun ini seperti mimpi buruk…” jawab seorang anak laki-laki lain.
YUME hanya tersenyum tipis melihat semuannya telah berakhir.

Jam di depan sekolah mulai berdentang menandakan sudah waktunya menjemput ibunya. Dan yang lebih buruk adalah tubuhnya sebentar lagi akan berubah bercahaya.

“Maaf boleh aku pulang duluan?”, kata YUME kepada anak-anak lain.
“Hey.. YUME santai lah. Ini kan hari kebebasan…” jawab anak laki-laki yang pertama tadi. “Tapi aku..”, kata YUME.
“Iya, YUME… Kita sudah lama satu sekolah, tapi bahkan kita belum pernah ngobrol.” potong seorang anak perempuan yang nampak polos.
“Tapi aku harus,,,” kata YUME lagi.
“Sudahlah aku tau kok kalau selama ini kau ngga punya teman dan kami mau kok jadi teman kamu…” potong anak itu lagi.
“Benar, YUME..!!!” kata 3 anak lain.

Pikiran YUME menjadi makin bingung. Ini kesempatan yang langka terjadi. Ada yang mau berteman dengan YUME selain peliharaannya di rumah. Tapi sebentar lagi tubuh YUME akan berubah. Dan kalau ibunya menunggu terlalu lama dia bisa marah besar.

“Oiya.. Aku yakin kalau YUME belum mengenal kami… atau jangan-jangan apa kau tau nama kami.!?!” Kata anak perempuan itu. YUME hanya bergeleng.

“Aduh sudah aku duga! Nah aku Mimi. Yang memegang sapu, Hideki. Dan yang bermain-main itu, Wataru dengan Takeru” sambung anak perempuan yang bernama Mimi.

:TENGGG,TENGG,TENGGGG:
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Matahari mulai terbenam. Tubuh YUME akan berubah 5 menit lagi. YUME benar-benar kebingungan dan panik.

“Wah sudah mau gelap.. Ayo kita pulang semuanya!!!” Suara Hideki berteriak. Suara itu membuat YUME menarik nafas lega, namun baru separuh lega.

“Rumah kita semua kan searah!!! Ayo kita pulang sama-sama!!!” Suara anak perempuan yang manis terdengar seperti suara hantu Sadako yang menyeramkan. YUME sesak nafas mendadak. Dia mencari akal sambil berjalan beriringan dengan yang lain. Dan akhirnya YUME memberanikan diri bersuara pelan.

“Teman-teman apa kalian tidak takut dengan aku?” katanya makin pelan dan sayup.
“Tenanglah YUME kami tau kamu berbeda dari kami.” kata Wataru.
“Ya karena kamu itu putih di dalam dan kami di luar.” Sahut Takeru.
“BUKAN… Bukan itu yang aku maksud. Aku ini tidak normal” katanya.
“Tenang YUME itu hanya ucapan anak-anak yang sombong itu. Aku sebenarnya juga tidak suka dengan perlakuan mereka.” Kata Mimi nampak dewasa. Sementara jari-jari YUME sudah mulai bercahaya.
“Baiklah… Aku harap itu tidak akan berubah setelah kalian melihat aku.” Kata YUME memperlambat jalan.
Mimi berkata sambil berbalik “Apa yang kamu mak…sud?!?!?! Aaaa!!!” Kata-katanya terputus dan disambung dengan kata-kata 3 anak lain.
“HEBATTT!!!” Bergema suara anak-anak sambil menatap YUME yang perlahan berubah.

Matahari menghilang seolah berpindah ke dalam tubuh YUME. Semua anak terdiam. YUME tidak berani mengangkat wajahnya karena takut akan dihina kawan barunya lagi.
“Seperti bidadari bersayap…” kata Mimi nampak menyipitkan matanya karena cahaya tubuh YUME. YUME masih terdiam.
“WAW keren.!!!” Kata anak lain bergantian.

YUME melihat teman-temannya dengan kebingungan. Di luar dugaan YUME. YUME segera mengambil jaket dari dalam tasnya untuk menutupi cahaya itu.
“Itu tadi benar-benar keren…!!!” kata Hideki.
“Terima kasih,teman-teman… Kalian memang teman yang baik…” kata YUME sambil menundukkan kepala.
“Hey jangan berlebihan!!!” Kata Mimi.
“Iya benar…” sahut anak lain serentak. YUME tersenyum senang.
“Hari ini benar-benar indah.” pikir YUME.

Namun baru beberapa langkah mereka merjalan.
:nguuung: suara mobil limousine putih dengan kecepatan tinggi seperti ingin menabrak anak-anak itu lewat. Ketika tepat berpapasan YUME melihat anak perempuan yang dia lihat tadi waktu di sekolah terikat dengan tambang. Mulutnya juga di dekap oleh orang berbadan besar. Namun dia nampak tersenyum melihat YUME.

:nyiiiittt:
Suara menyakitkan mengganggu pendengaran YUME. Terdengar suara yang sama seperti di sekolah tadi.

“Aku percaya kau akan datang menolong ku jantung penguasa…” seiring dengan hilangnya suara itu YUME roboh dan pingsan.

“YUME kamu baik-baik saja…” kata Mimi cemas. Nampak anak lain mondar-mandir kebingungan. YUME diam dan berusaha bangun namun kepalanya masih berat dan sakit akibat pingsan tadi. YUME melihat di sekitarnya.

“Kita dimana?” Kata YUME.
“Kamu pingsan dan kami membawa kamu ke taman ini.” kata Mimi.

YUME melihat sekitar. Bunga sakura mulai mekar di awal musim semi. Pandangan YUME terhenti pada sebuah jam besar.
“Astaga mama pasti sudah menunggu aku…” YUME berdiri namun tubuhnya hampir terjatuh karena masih lemah.
“Kami akan mengantarkan kamu YUME…” kata Takeru.
“IYA…” kata Hideki dan Wataru serentak. YUME berjalan dengan dipapah oleh Hideki dan Takeru.

Sesampai di tempat biasa YUME menunggu ibunya nampak seorang wanita yang tak lain adalah Yoshitsume yang sudah sejak tadi menunggu anaknya. Dia segera berlari melihat anak-anak yang memapah YUME.

“Tsuki… kamu kenapa??” kata Yoshitsume cemas.
“Saat kami pulang dari sekolah dia mendadak pingsan tante.” Kata Mimi sopan.
“Aduh terima kasih sekali udah merepotkan kalian…” kata Yoshitsume pada 4 orang anak itu.
“Ahh ngga masalah tante. Kami memang anak baik..” sahut Wataru dengan asal.
:plakkk: pukulan keras dari Mimi dengan sangar. Takeru dan hideki menelan ludah karena takut.
“Wanita itu memang mengerikan…” bisik Hideki pada Takeru.
: PLAKKK, PLAKKK: mereka berdua juga mendapatkan hadiah yang sama.
“Hey kenapa aku kena juga?” protes Takeru.
“Itu karena kau ikut mendengarkan.” kata Mimi sangar. YUME dan Yoshitsume tersenyum melihat tingkah 4 orang anak itu.
“Nah ayo kita pulang!!!” Kata Yoshitsume.

Mereka pulang dengan riang kecuali YUME. Masih ada yang mengganggu pikirannya.
“Aku harus menemui anak itu!!!” pikir YUME.

(Siapa anak itu?? Apa maksud jantung penguasa itu?? Berikutnya akan mulai perjuangan mengungkap semuanya..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s