(Fanfic) DARK LIGHT Part 3 -Edited Version-

(Fanfic) DARK LIGHT Part 3 -Edited Version-
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 3)

7 Maret 1995 (4 tahun lebih setelah malam natal yang tidak masuk akal)
Pagi di awal musim semi yang indah, YUME membuka mata sehabis terlelap di mimpinya. Mimpi yang berulang kali dia rasakan setiap malam. YUME melihat dirinya bersayap bak kelelawar hitam melihat wanita tua terkurung dalam sebuah penjara gelap. Nampak sayup-sayup suaranya meneriakkan nama YUME, namun mimpi itu terus berulang kali membuat YUME terbiasa dan mengacuhkannya.

Hari ini adalah hari terakhir tahun ajaran di sekolah YUME. Dia bergegas bangun dari kasur lipat sederhana yang selalu menemani anak itu selama bertahun-tahun. Sebuah kotak makanan dan sebuah kertas di atas meja dapur nampak mencolok. Itulah bekal YUME yang sudah Yoshitsume siapkan sebelum pergi berangkat bekerja. Yoshitsume selalu berangkat pagi-pagi agar bisa menghidupi mereka berdua. Kalau sampai Yoshitsume dipecat dari waiter rumah makan itu, mereka mungkin akan menjadi gelandangan. Itulah kenapa Yoshitsume selalu berusaha untuk bisa selalu bersemangat dalam bekerja.

“Tsuki… Jangan lupa habiskan bekal mu!!! Di dalam lemari mama sudah siapkan kare sisa tadi malam untuk sarapan. Love, Mama.”
Isi catatan yang sama seperti biasanya. Isi bekal pun bisa ditebak kare juga, kare sisa dari tempat Yoshitsume bekerja. Tapi YUME tidak mengeluh, dia tersenyum melihat makanan itu.
“Saatnya berangkat!!!”
(sementara tidak terjadi keanehan lagi)

“Sakura ga saiteiru kono heya kara mieteru keshiki wo zenbu
Ima kimi ga kanjita sekai to juu byou tori kaete morau yori
Hon no ichigyou demo kamawanainda kimi kara no kotoba ga hoshiinda
Usou demo shinji tsudsukerareru no
Suki dakara ah ah ah ah…”

“Koi shichattanda tabun kidsuitenai deshou?
Hoshi no yoru negai komete CHE.R.RY
Yubisaki de okuru kimi e no MESSAGE”

“HEYY LIHAT DEKIL SUDAH DATANG..!!! AYOO TUTUP HIDUNG KALIAN…” seorang anak seumuran YUME berteriak menyambut kedatangan YUME, diikuti oleh beberapa anak lain dengan menutup hidung sambil juga mengumpat dan menghina YUME. YUME sudah sejak kecil terbiasa dengan ejekan tubuhnya yang aneh. Jauh lebih hitam dari batu hitam.

“DIAM SEMUA!!!!!” Seorang mahluk berkacamata dengan kumis panjang yang sering disebut sebagai guru masuk dengan membawa setumpuk hasil ujian akhir dan sebuah mistar kayu yang cukup untuk membinasakan pant#t. Suasana hening dan menegangkan. Seperti menunggu jadwal untuk dipancung. Satu per satu anak di panggil dengan keras, setiap nama yang dipanggil nampak mengeluarkan keringat dingin. Dan tiba saatnya..

“YUME maju ambil hasil ujianmu!!!” YUME berdiri perlahan. Dia menelan ludah saking takutnya, melangkah menuju meja guru, dan mengambil hasil ujian yang dia punya. Tanpa berani melihat hasilnya dia kembali ke tempat duduk, rencananya sore saat bertemu ibunya baru mereka akan melihat hasil itu bersama. Buru-buru dia memasukkan hasil ujian ke dalam tas tanpa melihat hasilnya. Isi kelas nampak ribut oleh anak-anak yang membahas nilai mereka, ada yang pamer nilai 100 ada yang hanya berbangga dengan nilai 80 dan ada yang terdiam karena mendapat nilai 0. YUME memang tidak punya teman di kelas ini. Dy hanya terdiam melihat teman-temannya.

: Plakkkkk:
suara mistar menghantam papan tulis. Mahluk itu seperti mengamuk. Tanduk seolah keluar dari sela-sela rambutnya yg culun belah tengah. Isi kelas mendadak seperti kuburan, murid-murid menjadi hening dan tidak bergerak menjadi batu.
“DENGAR KALIAN!!! SENSEI AKAN MEMBERIKAN PENGUMUMAN!!!” Kata orang itu dengan ganas.
“Seperti raja neraka…” pikir YUME dalam hati. Namun dy tetap memperhatikan.
“Mulai besok selama 1 bulan kalian akan libur akhir tahun ajaran, dan jangan lupa kerjakan soal-soal di balik kertas hasil ujian tadi.” lanjut laki-laki itu dengan nada yang sedikit mulai tenang.

Baru selesai guru berucap seorang murid berbisik dengan teman di sebelahnya.
“Pak guru sadis.. Yang bener ajah 100 lembar karangan tulis tangan, ini bukan liburan tapi…” belum selesai murid itu berbisik..
“SIAPA BILANG INI LIBURAN, INI ADALAH PENDERITAAN KALIAN SELAMA LIBURAN!!!!” Mahluk itu berucap dengan keras sambil meninggalkan ruangan. (benar-benar kelas penjajah)

Setelah beberapa saat mahluk itu pergi. Suasana masih mencekam seolah masih tertinggal hawa jahat di dalam kelas. Setelah beberapa lama baru suasana menjadi sedikit nyaman dan keributan berlanjut. YUME sendiri di meja tanpa seorangpun mengajaknya bicara atau sekedar menyapa. YUME menatap ke jendela, sebuah mobil limousine putih berhenti di gerbang sekolah. Dari pintu mobil depan bergegas beberapa orang sibuk. Ada yang menggelar karpet merah panjang. Ada yang berdiri di depan pintu belakang membawa serbet dan gelas minuman seperti wine mahal dan seorang nampak seperti kepala pelayan membukakan pintu. Semua murid dalam kelas menempel di jendela melihat yang terjadi di luar. Kecuali YUME baginya itu hanyalah biasa.

Agak lama sosok yang di nanti tidak keluar. Namun akhirnya keluar juga. Perlahan sebuah sepatu hak tinggi disambut gema dalam kelas mengatakan “Seorang anak perempuan…”
Berlanjut sekarang tubuh setinggi YUME keluar dari mobil. Nampaknya seperti putri kaya yang ingin bersekolah tersebut. Tubuhnya terlihat seperti bangsawan, cantik dan terpelajar. Dan menghilang di balik pintu ruang guru.

:brakkk: muncul lagi mahluk menyeramkan dari pintu. Semua berlari seperti dikejar setan menuju kursi masing-masing. Kali ini wujudnya wanita berambut panjang. Tatapannya seperti es, seperti ingin membun#h siapa saja yang dia lihat, Seperti hantu Onryou (salah satu hantu wanita di Jepang). Dia membawakan setumpuk buku-buku. Dan menyuruh seorang murid untuk membagikan. Benar-benar sial nasib anak yang mendapat perintah membagikan buku tersebut.
Keringat dingin kembali menghantuinya ketika mendekati wanita itu. YUME tidak memperhatikan buku yang telah di letakkan di atas meja. Matanya nampak memperhatikan seekor burung di atas pohon. Semakin dia memperhatikan kicau burung itu seperti sebuah ucapan seorang manusia. Namun sayup. Perhatiannya berubah saat anak perempuan yang turun dari mobil tadi kembali menuju mobil. Anak itu berpaling menghadap YUME. Tatapannya tajam. Muncul seperti suara di dalam kepala YUME, “Aku tau kalau kau ada disini… Aku akan menguji kelayakanmu, jantung penguasa… Sebelum kau bisa menyelamatkan aku nanti..” suara itu menghilang seiring berbaliknya anak perempuan itu dan masuk ke dalam mobil mewah tersebut.

:syuuuuttttt,PLAAKKK:
Penghapus melayang kewajah YUME, “Apa yang kau liat!!!!” Mahluk itu bersuara sangar. Nampak semua di kelas menjadi pucat. Seolah mereka yang kena lempar tidak terkecuali YUME. Wajah hitam berlapis bubuk kapur putih menjadi makin pucat melebihi yang lain.
“Maaf, Bu…“ kata YUME dengan pelan.

“syuuttt, tessss”
kali ini batang kapur kecil yang tepat mengenai dahi YUME. Suasana makin mencekam, bahkan ada murid yang mimisan dan lemas.
“Jangan panggil aku Ibu! Aku tidak sudi melahirkanmu!!!” kata wanita itu membuat isi kelas seperti sedang mengalami musim salju yang kedua.
“DENGAR!!!! SELAMA LIBUR KALIAN HARUS MENGERJAKAN SEMUA TUGAS DARI BUKU ITU!”
Murid-murid semua mendadak syok. 100 lembar halaman ditambah 1 buku tebal 5 CM harus mereka selesaikan.
“Kalau kalian tidak mengerjakan 1 soal saja… KALIAN AKAN MENDAPAT SIKSA NERAKA!!!!”

Akhirnya separuh dari isi kelas pingsan mendengarnya. Ini biasa terjadi di sekolah ini. Yang dimaksud dari siksa neraka adalah selama 1 tahun ajaran berikutnya akan membersihkan sekolah. Dan harus menyelesaikan 10 lembar tulisan huruf kanji setiap hari selama 1 tahun ajaran. YUME pernah mengalami hal ini beberapa kali bersama murid lain.
(Benar-benar sekolah neraka.!!!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s