(Fanfic) DARK LIGHT Part 2 -Edited Version-

(Fanfic) DARK LIGHT Part 2 -Edited Version-
By Eka Foezianx
Editor Kartika

#(PART 2)

YUME nenatap curiga!!! YUME memang bukan anak biasa seperti anak seusianya. 12 pecahan Haeptus memang banyak membuat perubahan drastis di dunia. Banyak orang dewasa menjadi sangat kuat dan saling bertarung untuk menjadi yg terkuat dan menjadi lebih kuat, bajak laut berhamburan!!! Ksatria kebenaran bertaburan!!! Dan penegak kebenaran bertebaran!!! Seolah hanya memuaskan nafsu untuk menjadi lebih kuat dan kuat lagi. Dimana penegak hukum?!?! Nampaknya sudah buta dengan harta, tahta dan wanita.

Yoshitsume (wanita yg membesarkan YUME) yang mengetahui sejak awal kelebihan pada anaknya, selalu berpesan pada YUME agar jangan mendekati atau akrab dengan orang yg tidak mereka kenal. Itu pun yg dipikirkan oleh YUME sekarang.

(Kembali ke cerita)
“Kenapa kau hanya diam, anak manis??? ” kata kakek itu mengejutkan. YUME tetap diam dan bersembunyi dibalik rok panjang kusam yg dikenakan ibunya.
“Siapa kakek sebenarnya???” kata wanita yg bersama YUME.
“Aku adalah pemilik buah persik yg kau pungut dari sungai 3 tahun yang lalu…” suara kakek itu mendadak berubah seperti laki-laki muda. YUME sekejap memeluk ibunya karena tahu kalau kakek yang ada di depan mereka sekarang bukan orang baik.
“SERAHKAN JANTUNG PENGUASA ITU KALAU TIDAK JANTUNGMU YG AKAN AKU AMBIL!!!!!”
Yoshitsume sadar kalau yang dia maksud adalah YUME kecil yang ingin dia rebut.
“YUME cepat lari!!!!!” perintah Yoshitsume seketika. (panggilan yg hampir tidak pernah Yoshitsume ucapkan pada YUME)

YUME kebingungan, takut, panik, dia benar-benar tidak mengerti apa yg sedang terjadi. Apa yg harus dia lakukan!?! Semua membuatnya meneteskan air mata. Seketika hujan salju yg indah di malam natal itu menjadi badai salju yg deras. Angin makin kencang seolah-olah marah karena di usik. YUME yg kesal mengambil bongkahan salju di bawah kakinya dan :wussshh: bongkahan di sebelah tangan kanannya berubah menjadi batu lahar yg membara dan memercikkan api. YUME terkejut dan sekejap melempar batu lahar itu ke tanah. Namun begitu kembali ke tanah, batu tadi kembali menjadi bongkahan salju yg bulat.

YUME makin kebingungan. Belum selesai kejutan itu.
“Owh.. jantung itu berwujud jadi manusia rupanya!!!” kata kakek itu.
YUME makin ketakutan, serasa mimpi buruk yg ingin segera terjaga dari tidur. Tapi ini nyata. Di tengah kebingungan itu Yoshitsume kembali berteriak “YUME PERGI CEPATTT!!!”
“Tapi Mama bagaimana??!” suara serak YUME tak tertahankan.

YUME memberanikan diri mengambil bongkahan salju di tanah dengan berharap kembali menjadi batu lahar yg menyala. Dengan yakin YUME meraihnya. Namun tidak ada perubahan di bongkahan salju yg sekarang. YUME kebingungan!!! “Kenapa!!! Ayo berubah!!” katanya.
Tidak ada yg berubah.
“Ayolah batu bodoh muncul!!!” maki YUME kesal.

“Rupanya jantung penguasa itu tidak sepintar yg ku pikirkan… embhehehe” kakek itu bicara dengan sombong sambil tertawa merasa menang.
“Sekarang aku tau siapa kamu hai <akek, eh bukan jelmaan kakek… Hahaha” kata YUME tertawa
“Darimana kau tahu?!” Kakek itu terkejut. Yoshitsume menatap YUME kebingungan.
“Apa YUME sudah mengetahui semuanya?” pikir Yoshitsume dalam hati.
“Siapa dia YUME.??” tanya Yoshitsume cepat.
“Kakek pasti… SILUMAN KAMBING… HAHAHAHA” pekiknya sambil tertawa lebar.
“Soalnya ketawa kakek kayak kambing… Hahahahha” lanjutnya sambil tertawa.
“KURANG A#AR!!!! AKU BUKAN SILUMAN KAMBING!!” Kemarahan kakek itu meningkat.
“Dasar anak-anak..” pikir Yoshitsume
“Tapi ini bukan waktunya bercanda, nyawa kami dalam bahaya.. Ayo pikir Yoshitsume, ayo pikir sesuatu..” lanjutnya dalam hati.

Belum ketemu ide untuk kabur, muncul bentuk – “♈” – di dahi kakek itu. Bukan itu saja, Wujud kakek itu perlahan berubah, ototnya mulai membesar. Badannya meninggi. Lidahnya memanjang seperti ular. Muncul bulu2 putih yg lebat menutupi tubuhnya, makin besar, terus membesar, matanya lebar seperti mau lepas dari tempatnya. Yoshitsume yang melihatnya lemas dan terjatuh, badannya seperti tidak berdaya untuk bergerak.

“Apa yg harus aku lakukan…” pikirnya.
“Tu kan bener kakek siluman kambing!” kata YUME kesal.
“Sudah aku bilang aku bukan siluman kambing! Aku adalah…” belum selesai mahluk aneh itu berbicara.
“Pasti arwah kambing yang bergentayangan! Yaaa Tuhan terima lah dia agar tenang di sana…” potong YUME.
“ANAK KURANG A#AR! ASAL KAU TAU AKU INI MALAIKAT DOMBA!” kata mahluk jelek yg menamai dirinya malaikat domba.
YUME medadak menjadi terkesima.
“Waaahh malaikat domba yang asli. Boleh aku minta tanda tangan?” katanya terpesona.
“Ahh tentu saja boleh… :mendadak sadar: BOD#H!!!! KAU MENGHINA AKU LAGI!!!” Mahluk itu tertipu.
“CUKUP SUDAH, AKAN AKU AKHIRI SEMUANYA!!!” katanya sambil berlari ke arah YUME.

YUME nampak tenang dan tersenyum. Saat sudah tinggal beberapa inci lagi dari YUME.
…:dubrakk:… Mahluk itu tersandung akar pohon yg tertutup salju.
YUME kembali tertawa puas, “Hahahaha… Kakek tua kalau sudah ngga sanggup berdiri udah tiduran ajah!!!” katanya sambil melempar salju yg sejak tadi ada di genggamannya.

Tapi apa artinya bongkahan salju biasa, mahluk itu berdiri dan makin meradang marah. Baru kali ini seorang anak kecil mempermalukan mahluk itu. Muncul api kecil di kedua belah tangan mahluk itu dan perlahan-lahan makin besar dan akhirnya memenuhi seluruh pergelangan tangannya.
“AKAN AKU MUSNAHKAN SET#N KECIL INI SEKARANG!!!” katanya dan sejenak terdiam. Tanpa YUME sadari mahluk menjijikkan itu telah berada di belakangnya dan siap menikam dengan penuh amarah. Namun, :brukkk: tiba-tiba mahluk seperti monster domba itu jatuh lemas. Di belakang YUME telah ada Yoshitsume yg telah menjatuhkan monster aneh itu dengan balok kayu yg cukup besar.

“Asal kau tau yaa.. Aku ini dulu mantan atlit kendo di sekolahku, dan satu hal lagi… Jangan meremehkan wanita!!!” kata Yoshitsume dengan mantap. YUME menatap ibunya dengan bangga.
“HEBAAATTT…” suaranya begitu terpesona.
“Iya dong… Siapa dulu…” kata Yoshitsume dengan bangga pada anak temuannya.
“Ayo kalau kau masih berani akan aku beri yg lebih menyakitkan!” kata Yoshitsume menantang.

:krekkk: tubuh mahluk itu bergerak. Berusaha bangun perlahan.
:AaAAhhhkKk: teriak dua wanita aneh itu sambil berlari kencang tanpa melihat kebelakang mereka. Baru sedikit mahluk itu bangun mencoba berdiri.
:syuuuuutttt: dengan cepat sebuah anak panah menembus punggung mahluk itu. Diiringi suara kuda yg berlari menghilang di kegelapan salju. Mahluk itu meregang nyawa, tubuhnya tebakar. Tanda di dahi mahluk itu mengeluarkan cahaya dan keluar dari mulut mahluk itu menjadi sebuah pecahan batu dengan tanda yg sama seperti di dahinya. Batu itu melayang meninggi. Dan menghilang bersama makin derasnya salju yg turun.

(Kembali ke dua wanita paruh baya dan seorang anak aneh berumur 3 tahun)
“KAMI PULANG…” serentak mereka memberi salam. Dari dalam rumah nampak hening, mereka masuk dengan terengah-engah sehabis berlari. Rumah yang kecil dan sunyi. Memang, di dalam rumah ini memang hanya ada 3 kura-kura dan sepasang ikan mas.
“Mama aku lapar…” kata YUME dengan sedikit merengek.
“Sebentar mama akan buatkan makan malam yaa,” kata ibunya yg segera menuju dapur rumah mereka.

YUME menuju ruang tengah ruangan yang cukup luas kalau hanya dimasuki oleh dua orang wanita dan 3 kura-kura serta sepasang ikan mas.
“Hallo Hita, hai Futa, malam Mita…” ucap YUME kepada 3 hewan bercangkang itu. YUME bergeser ke akuarium kecil dan bulat.
“Yuhuuu… Micha, Michi di mana kalian??”

Akuarium nampak sepi. YUME memasukkan makanan ikan ke dalam akuarium, dan perlahan seekor ikan keluar dari persembunyian.
“Micha kenapa sendiri? Ajak Michi makan..“
Tak lama seekor ikan kembali keluar.
“Michi diet ya jadi males makan..” ucapnya seperti orang aneh.
“TSUKI SAYANG WAKTUNYA MAKAN!!!” Teriak wanita paruh baya itu.
YUME berlari seperti orang kelaparan. Malam natal pun terus berlanjut. (Natal yang aneh…)

 

2 thoughts on “(Fanfic) DARK LIGHT Part 2 -Edited Version-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s